MAKASSAR, FKM UMI – Sebagian besar wanita di dunia mengalami ngidam diawal kehamilan, sehingga ingin mengkonsumsi makanan yang ada dipikarannya.  Tahukah Anda, secara teori wanita ngidam itu tak ada.

Nia Karuniawati, S.ST, salah satu dosen kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) mengatakan, perempuan yang sedang merasakan ngidam membutuhkan perhatian dari keluarg,a khususnya suami untuk kehamilannya.

Kata dia, dalam konsidi ngidam, kondisi tubuh perempuan perubahan secara psikologi. Secara teori ngidam itu tidak ada, pada umumnya ibu hamil mengalami banyak perubahan, salah satunya psikologis yaitu mudah cemas, gampang sedih, mudah tersinggung, ujarnya saat ditemui diruangan dosen FKM UMI, Jumat (8/9/2017).

Kata dia, ada sebuah penelitian yang dilakukan Valerie Duffy, PhD, profesor di School of Allied Health di University of Connecticut, Amerika Serikat menemukan perempuan yang menginjak trimester kedua dan ketiga menyukai rasa asam. Hal ini berbeda saat awal atau sebelum kehamilan yang dipercaya membantunya menyukai aneka makanan, sehingga meningkatkan asupan kalori.

Wanita kelahiran Ujungpandang, 1 Desember 1989 mengaku, perubahan yang ada tersebut dipengaruhi peningkatan hormon, sehingga ibu hamil sangat membutuhkan perhatian.

Dituruti atau Diabaikan?

Ada mitos mengatakan, jika ngidamnya ibu hamil tidak dipenuhi, maka Si Kecil akan mengeluarkan air liur terus-menerus. Tapi, itu hanyalah mitos belaka. Anda wajib mengabaikan ngidam tersebut jika dengan memakannya akan berdampak negatif bagi tubuh Anda dan janin.

Anda juga disarankan untuk membatasi atau mengabaikan ngidam makanan yang memiliki kandungan nutrisi buruk. Batasi pula ngidam makanan berkalori dan mengandung lemak yang terlalu tinggi, hingga memicu pertambahan berat badan yang tidak normal. Dianjurkan untuk mengganti makanan tersebut dengan jenis yang lebih sehat.

Pada masa kehamilan, ibu hamil tidak lagi bebas mengonsumsi makanan karena ditakutkan akan memengaruhi janin. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengatur hawa nafsu, khususnya ketika muncul jenis hidangan yang masuk dalam daftar pantangan ibu hamil. Jadi, jangan selalu menuruti ngidam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here