MAKASSAR, FKM UMI – Menstruasi, haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai dewasa.

Namun, yang patut diwaspadai wanita saat datang haid adalah ancaman anemia atau kekurangan zat hemoglobin darah selama siklus tersebut berlangsung.  Demikian disampaikan dosen program studi Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) Asrida Mahmud, S.Sit.

Alumni D IV Kebidanan Universitas Ngudiwaluyo Semarang ini dalam tugas akhirnya mengangkat penelitian berjudul Hubungan Anemia Terhadap kejadian dismenrhoe atau nyeri haid pada mahasiswi kebidanan UMI.

Hasilnya, anemia pada remaja putri berhubungan dengan nyeri pada saat haid dengan beberapa gelaja seperti sakit kepala, mudah lelah, pucat, konsentrasi berkurang, susah tidur, sulit bernapas terutama saat beraktivitas fisik yang agak berat, jantung berdebar-deba, kesemutan, merasa kedinginan pada bagian kaki.

Jika gejala di atas mulai dirasakan pada saat haid segera konsultasi ke dokter karena kemungkinan besar anda mengalami anemia.  Apabila tidak ditangani segera, keadaan tersebut bisa berlarut-larut sehingga membuat efek yang cukup membahayakan, terangnya saat ditemui di ruang dosen FKM UMI Selasa (5/8/2017).

Wanita kelahiran Makassar, 7 Januari 1990 ini menyampaikan penderita gejala tersebut harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Mereka wajib memperhatikan makanan yang mengandung zat besi seperti Ikan, daging sapi, telur, kacang-kacangan dan sayuran yang berwarna hijau, ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here